"Manusia yang terbaik adalah manusia yang dapat memulai dan juga dapat MENGAKHIRI"
Mungkin kata-kata bijak ini dapat mewakili apa yang sedang terjadi pada kehidupanku sekarang. Saya tidak pernah tahu kalau pada akhirnya hubungan yang saya mulai sendiri ternyata saya juga yang akhiri. Dulu saya tidak pernah berharap bahwa tanganku yang akan menghancurkan benteng yangku bangun sendiri. Tapi ini adalah sebuah kenyataan yang kita tidak pernah sadari akan jadi aoa nantinya.
Tanggung jawab. Sebenarnya jauh sebelum saya mengambil keputusan ini saya sudah berpikir tentang baik dan buruknya. Hanya saja saya lebih percaya pada janji Tuhan. Kata-Nya "Wanita yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik pula"
Bukan, bukan maksudnya DIA tidak baik untuk saya, tapi DIA adalah orang yang terbaik yang pernah saya kenal saat ini. Tapi, saya ingin memantapkan hati saya, bagaimana saya tahu yang mana yang lebih baik jika belum berkenalan dengan yang buruk.
Aneh memang, ketika kita menyadari kalau hati yang kita punya sekarang tidak seutuhnya kita kenal. Kadang kita mengatakan tidak padahal hati sakit. kadang kita merelakan sesuatu padahal rasa ingin selalu bersama. Begitulah salah satu organ ajaib kita.
Sekarang, dan sepertinya saya menemukan sebuah karma. Yah, saya ingin memastikan ini adalah sebuah karma buat saya sebab karma menurut saya antara percaya dan tidak percaya. Saya telah berhenti di jalan yang tidak tahu kemana ujungnya. Saya dibawa terbang kelangit dan ditinggalkan begitu saja. Sedih, Bingung, Bimbang. Hidup saya sempat terhenti selama 3x24 jam. Tanpa ingin melihat kedepan malah ingin berbalik arah.
Tapi sekali lagi, tugas saya sekarang adalah belajar untuk bertangnggung jawab. Saya ingin memastikan sebuah kebaikan yang saya nanti-nantikan. Keikhlasan yang saya pelajari dahulu saya buka kembali. Saya ingin menemukan isi hati saya yang kuat dan ikhlas. Tidak mudah pastinya, tapi saya yakin bisa. Sebab tak lama dari itu saya telah terjatuh meski bukan pada lubang yang sama hanya serupa.
"Mungkin saja ini adalah permulaan dari DIA yang buruk pertama yang saya temukan. Yah, mungkin saja seperti itu..." Ini yang dapat mengokohkan keteguhan saya hingga akhirnya saya dapat menyuarakan seperti yang dikatakan orang-orang disana "MOVE ON..."
Tapi harapan itu masih ada. berharap dia yang baik tetap menungguku. Meskipun ini tidak adil untuknya. Meskipun harus meminta maaf. Tapi harapan itu kusimpan dalam dan sangat dalam agar tidak ada yang berani mencurinya. berusaha menjadi wanita yang baik untuknya, untuk lelaki masa depanku..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar