"......."
"......................................"
"..............................."
Kesibukan khas pengunjung sementara bandar udara internasional tak bisa mengubah bibirku untuk tersenyum manis. Kesibukan yang hanya membawa sebentuk rasa pedih ketika sadar tak banyak yang dapatku katakan selain menyebutkan kota tujuanku. Bebarapa saat kumerasa ada seongkoh batu yang masuk di tenggorokanku, meluncur dengan sukses dan membentur sesuatu di depannya, mungkin itu salah satu organ ajaib yang diciptakan oleh Tuhan dan bisaku rasakan sakitnya walaupun tak ada yang menyentuhnya. Sesak, sepertinya batu itu menyumbat jalur oksigen yang meluncur. Mengetahui ku sendiri ditengah keramaian semu di depanku. Tidak ada yang mau atau mereka pura-pura tidak perduli untuk sekedar duduk disampingku dan mengatakan "hai". Semacam umpatan kecil mengelilingi isi kepalaku ketika melihat canda ceria sanak keluarga dan sahabat yang berada tepat di depanku. Semoga kelakuan rahasiaku ini tidak membatalkan puasaku hari ini sebab mendongkol sendiri."......................................"
"..............................."
Inisiatif atau apakah ada malaikat baik yang memberikanku saran untuk menghentikan umpatan nyesek yang akhir-akhir ini membuatku meragu atas puasa yangku lakukan. Kumengalihkan pandanganku pada tas unyu yang ku bawa sedari kamar kosan. Bukan, bukan tasnya yang ku jadikan pelampiasan kedongkolanku tapi isinya yang terdapat benda yang tak kalah ajaib yang kusebut sebagai teman penghibur.
Sebuah teknologi ciptaan manusia, alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi gelombang suara. Namanya earphone, kita dapat mendengarkan suara secara bebas. Bisa dengan berapapun tingkat volumenya atau mendengarkan suara apa saja, kapan saja, dan dimana saja.
Keuntungan lainnya dari teman penghiburku ini adalah kedap suara. Suara dari luar tidak masuk mengganggu dan demikian pula sebaliknya.
SUKSES......
Seburet senyuman dapat kupamerkan di depan mereka. Musik klasik mengalun indah memasuki rumah siput dan membuat otakku terhanyut akan lirik-lirik yang dibawakannya. Bahagia semu kutemukan ketika nada-nada menari indah di otakku. Seperti terputar kembali moment indah bahkan sedih dibalik nada-nada ini. Saya dibuai oleh filim dokumenter perpaduan antara alat canggih manusia dan organ ajaib ciptaan Tuhan yang berada di kepalaku. Kenangan itu menarik tanganku keluar dari ruang tunggu dan melayang ke semua tempat yang kusukai. Semua tempat yang penuh dengan cerita klasik. Semua tempat yang akanku tinggalkan dan akan kembali. Dan semua tempat yang menjadi angan-angan untuk segera mampir disana. Sebuah nostalgia yang takkalah seru dengan canda tawa sanak family dan teman-teman. Semuaku temukan dalam diri berupa bahagia semu.
SebelumsenjA
Oh indahnya berada disini
Ketika bersamamu
Kita nikmati waktu
Di malam yang syahdu
Terkadang kita bersandiwara
Seolah bahagia
Dalam tawa yang panjang
Harap duka hilang
Sampai jumpa nanti Ku harus pergi
Sebelum senja Dan menutup mata
Namun kini aku harus pergi
Tinggalkan semua ini
Pergi bersama mimpi
Temukan damai abadi
Ketika bersamamu
Kita nikmati waktu
Di malam yang syahdu
Terkadang kita bersandiwara
Seolah bahagia
Dalam tawa yang panjang
Harap duka hilang
Sampai jumpa nanti Ku harus pergi
Sebelum senja Dan menutup mata
Namun kini aku harus pergi
Tinggalkan semua ini
Pergi bersama mimpi
Temukan damai abadi
*Soundtrack
Thank's teman penghibur




Tidak ada komentar:
Posting Komentar