Selasa, 13 November 2012

Time and My Love latter

And, then, next, after that ...
Increasing numbers of minutes, hours, days, years, centuries, and all the revolutions of time there has changed me in one establishment. A vocabulary that until now just sentence. Maybe I'm just pretending or maybe every letter is wasted still haunts me.
  
 Love latter, yang membawaku mengarungi imajinasi kosong. Kosong, karena hanya aku yang bermain-main di sana. Diantara setiap benang merah yang mengikat jari kelilngking para penghuni bumi, hanya aku yang tak bersahabat dengan benang merah tersebut. Sebab, menyalahkannya, menuduhnya, menghakiminya atas semua keputusan yang terluka membawaku pada tingat kebencian yang luar biasa.

 Sekali lagi, perjalanan waktu yang membawaku pada pendirian ini. Setiap kesalahan adalah sebuah pembelajaran, Seorang anak sekolah dasar tidak akan pernah tau kalau 5 - 6 adalah -1 apabila dia tidak melalui kesalahan dengan kemungkinan dia akan berkata "itu tidak mungkin... ". Seperti yang sering terlihat di acara TV "Tau Gak Sih" setiap pertanyaan sepeleh tidak semua orang akan tau dan tidak semua orang benar..

Sebelum ku menemukan pelangi, aku merasakan sakitnya energi kinetik dari hujan, kerasnya suara guntur dan silaunya cahaya kilap. Sebelum kumenikmati segarnya air mineral aku merasakan keringnya tenggorokan ketika panas matahari membalut seluruh tubuhku. Aku harus memulai kehidupan yang sulit sebelum menemukan indah sebagai imbalannya.

Aku telah mempelajari semuanya walau hanya sedikit. Aku sudah merasakan sakitnya goresan walau tak sama seperti yang lain. Aku sedikit memahami ketika mereka bercerita. Aku telah mengerti diperjalanan waktu yang panjang. Waktu, yang membawaku kerevolusi ini.
Time taught me to understand..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar