Beberapa hari tanpa nama.
Kosong.
Itu pedih.
Tanpa sapa di pagi hari setelah membuka mata itu sunyi
Imajinasiku menari-nari tanpa henti dan tidak memiliki benang merah yang menyambungkannya. Tiba-tiba ada kelinci putih (Hasil film yang baru-baru ini kutonton), kemudian ada prof. christianto (dosen Surveycpaling galak seantero langit dan bumi), lalu ada nama seseorang yang jauh disana.
Bukan untuk alasan yang sama aku mengingat mereka, bukan hanya mereka yang ada diingatanku. Atau ada kepentingan mereka. Hanya saja menjadi salah satu imajinasi jika mereka ada di depanku sekarang. Khususnya seseorag tanpa nama dan tetap menjadi frasa pribadi di sisi ruang kosong.
Well, begini rasanya bukan mejadi siapa-siapa dari seseorang.
Begini jadinya bila memikirkan orang lain di masa lalu.
Tapi, kenapa masi mengingat? Sementara bom waktu pada segumpal darah bernama hati tidak terdengar lagi keberadaannya. Juga tidak ada lagi bunga dandelion disana yang tumbuh hingga mengelitik. Sama sekali tidak ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar